Friday, August 7, 2009

Ada Apa Dengan Cinta dan Pendidikan Seks?

Peran generasi muda tidak dapat dipandang sebelah mata. Di pundak remaja arah kemajuan suatu bangsa berada. Namun, kenyataan sekarang tidaklah seindah harapan. Bangsa Indonesia, kaya sumber daya manusia ini, remajanya justru mengalami kemunduran. Terjadi kerusakan moral akibat pergaulan salah remaja. Kasus pengguna narkoba, gaya hidup bebas, free sex yang menghantarkan penularan HIV/AIDS dan aborsi remaja, kian hari kian meningkat.

Rata-rata setiap tahun terjadi aborsi rata-rata sebanyak 2,6 juta per tahun. Jumlah kriminal aborsi tersebut cenderung meningkat di perkotaan. Pelaku aborsi 30 persennya kaum hawa usia produktif kurang dari 20 tahun atau remaja.

Melihat kondisi ini, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia cabang Universita Negeri Yogyakarta (UNJ) menyelenggarakan Talkshow Remaja ‘Saatnya Remaja Bicara :Ada Apa Dengan Cinta dan Pendidikan Seks?’, Minggu (2/7) di Aula Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Acara ini dibuka dengan keynote speech Bapak Drs. Ghofar Latief (Pengawas SMP, SMA se-Jogja). Beliau menyampaikan tentang fakta kebobrokan remaja serta bagaimana seharusnya remaja, jika ingin berbicara tentang cinta dan sex, maka harus merujuk pada Al-qur’an dan As- sunnah. Acara ini menghadirkan panelis dr. Siti Latifah (Praktisi Kesehatan) dan Meti Astuti,SEI (Aktivis Muslimah HTI).

dr. Siti Latifah (praktisi kesehatan) menggambarkan fakta remaja dan kebobrokannya. Fakta pacaran menjangkiti tidak hanya SMA, SMP, tapi juga menjadi pembicaraan di kalangan siswa SD sekarang. Panelis juga menggambarkan tentang kesehatan reproduksi remaja. Di sambung oleh panelis kedua, Meti Asuti (Muslimah HTI) yang memberikan solusi bagi problematika remaja. Remaja seharusnya mengenali potensi diri dan tidak keluar dari nilai-nilai Islam, sehingga menjadi remaja sehat dan bertakwa. Acara mendapat respons positif dan antusias dari peserta yang berasal dari siswi SMA dan SMP se-Jogja.

Diantaranya yang disampaikan Amrina Rosyada, siswi SMP Negeri 8 Yogyakarta menyatakan telah mendapatkan ilmu yang tidak diajarkan secara formal disekolah-sekolah serta mendapat tambahan wawasan tentang nilai-nilai keIslaman.

Forum semakin semarak dengan joke-joke hangat dari host (Kak Susi). Guru pendamping yang hadir pun memberikan respons antusias dengan menggambarkan kemunduran remaja saat ini. Mereka menyayangkan dan mengkhawatirkan masa depan anak didiknya. Bu Nurani, seorang guru, menyampaikan kebutuhan pembinaan lebih lanjut dari Muslimah HTI bagi pendidikan sex dan remaja ke sekolah-sekolah. Acara dihadiri kurang lebih 50 pelajar SMP, SMA se –Jogja dan beberapa guru pendamping.

Source : Hizbut Tahrir Indonesia

0 comments: